Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

Karena KTP

Ini sekedar mengingatkan kita, bahwa Allah menitipkan hak orang lain dari rezeki yang kita terima. Berita serupa dapat dilihat di sini PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang warganya harus menggendong mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah. Penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta - Bogor pun geger Minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn). Supriono akan memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa KRL. Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa Supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi. Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa untuk beroba...

DUKUNGAN PEMERINTAH DALAM KAMPANYE BANGUNAN HIJAU, KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN HIDUP DAN EKONOMI INDONESIA.

Krisis Energi Dunia akan kehabisan energi fosil apabila kita tidak berhemat. Untuk kondisi Indonesia saja, menurut perhitungan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) cadangan minyak bumi kita hanya cukup untuk 18 tahun, cadangan gas cukup hingga 60 tahun dan cadangan batu bara cukup hingga 160 tahun. Di lain pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum mampu menyediakan pasokan listrik keseluruh rumah di pelosok negeri ini, bahkan fenomena pemadaman tiba-tiba karena kekurangan atau kerusakan pembangkit listrik menjadi hal yang jamak di Ibukota. Demikian pula halnya PLN belum dapat memenuhi kebutuhan listrik untuk industri dan bangunan gedung, sehingga mempengaruhi produktivitas. mengurangi daya saing industri yang juga akan berakibat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Lebih jauh dalam beberapa kasus, ketidakmampuan PLN dalam memenuhi kebutuhan akan listrik berakibat cukup serius dan dapat membahayakan kesehatan pengguna bangunan gedung tersebut. Setidaknya hal ini yang ter...

Tabungan Perumahan

Beberapa tahun belakangan ini, setelah menikah saya menetap di rumah susun Kebon Kacang. Dalam beberapa kesempatan saya turut berbagi peran dalam beberapa kegiatan yang diselenggarakan Perhimpunan Penghuni. Rumah Susun Kebon Kacang rasa-rasanya menjadi salah satu rumah susun pertama yang berdiri di Indonesia, bersama dengan rumah susun Tanah Abang dan Klender dibangun oleh Perumnas. Setelah 30 berdiri, di tahun 2012 Hak Guna Bangunan (HGB) Rusun akan berakhir. Rusun Kebon Kacang terdiri dari 8 blok bangunan yang menampung sekitar 530 unit rumah, dengan luas lahan sekitar 1,7 hektar. Penghuni Rusun kami sangat beragam. Dari tukang ojek, berjualan gado-gado hingga pegawai bank sentral, atau direktur bahkan ekspatriat ada di dalamnya. Tetapi kondisi Rusun kami sudah tidak seperti awal setelah dibangun. Lahan parkir sudah mencapai titik jenuh, sebanyak 150 kendaraan, ruang komunal dan area bermain anak yang tidak memadai dan sering kali berebut lahan dengan kendaraan yang akan parkir. Bebe...

Menyimak Ruang

Beberapa tahun yang lalu saya pernah sempat "menyelinap" dalam salah satu kuliah paskasarjana di Jurusan Arsitektur UI. Kebetulan, dosen yang membina mata kuliah teori dan kritik, mas Sonny Sutanto, memang salah satu arsitek dan pendidik yang cukup sering berbagi. Dalam kuliah tersebut mas Sonny sempat menyampaikan beberapa penemuan terbesar dalam sejarah manusia. Dua dari penemuan tersebut yang masih saya ingat, yaitu Api dan Internet. Karena dua penemuan itu menyebabkan perubahan prilaku manusia. Setelah menemukan api, manusia mulai hidup berkumpul di sekitar perapian yang disinyalir menjadi awal budaya hidup secara komunal, merubah pola hidup dari pola pemburu menjadi budaya bercocok tanam dan menetap dan kemudian berkebudayaan. Internet, penemuan manusia yang dalam beberapa hal berhasil "menggeser" ruang publik ke dalam ruang-ruang maya. Beberapa orang lebih nyaman "berbicara" di ruang-ruang publik maya ini. Di ruang-ruang publik maya ini pula beberapa...

Catatan Pinggir LKS [03]

Gambar
Anda ingin membeli mobil? Silahkan datang saja ke SMK. Ini bukan guyonan, tetapi adalah hal yang sebenarnya. Beberapa SMK, bermitra dengan industri telah berhasil membuat sebuah mobil. Mobil yang benar-benar hasil karya siswa-siswa SMK. Bahkan blok mesin dan onderdil lainnya pun dicetak sendiri, tidak menggunakan mesin dari pabrikan lain. Mobil ini rencananya akan diluncurkan pada tanggal 17 Agusuts 2010, dan mulai dipasarkan. Seingat saya ini mungkin mobil nasional pertama yang dipasarkan, dan merupakan hasil karya siswa-siswa SMK! Ada pesawat dan kapal yang di hasilkan oleh siswa-siswa SMK ini Wah semakin saya bangga!!!

Catatan Pinggir LKS [02]

Gambar
Gusman, mungkin belum menjadi yang terbaik di LKS kali ini. Bahkan pada awal perlombaan sempat saya memperkirakan bahwa ia akan menempati posisi paling akhir. Beberapa perintah dasar dalam menjalankan perangkat lunak tersebut belum dapat dikuasai dengan baik. Perlombaan 3 hari yang menuntut konsentrasi penuh tentunya akan membuat banyak peserta lomba putus asa, terbukti dua di antaranya mengundurkan diri sebelum perlombaan selesai. Tetapi mundur dari medan juang sepertinya tidak ada dalam kamus Gusman. Dia setia hingga akhir walau dengan hasil seadanya. Dan dia berhasil! Dia berhasil membuktikan bahwa dirinya tidak layak untuk diletakkan di posisi akhir. Sungguh saya belajar dari seorang sebelia Gusman. Pejuang sejati tidak akan menyerah, walau kita tahu kita mungkin bukan pemenangnya. Perjuangan yang tidak mengenal kata menyerah, berhasil menaikkan peringkatnya. Jikalau ada kategori penilaian kegigihan, maka saya tidak akan segan menyematkan tanda pemenang pada diri Gusman. Selamat!!!

Catatan Pinggir LKS [01]

Gambar
Ini adalah kali ketiga kami menggawangi Lomba Kompensi Siswa SMK tingkat nasional untuk bidang lomba Autocad. Sebenarnya dalam beberapa kesempatan turut membuat kisi-kisi lomba, kami telah merubah nama perlombaan menjadi CADD Bangunan. Karena yang dilombakan bukan perangkat lunak Autocad, yang juga merupakan merek dagang, tetapi keterampilan siswa dalam mengoperasikan perangkat lunak pilihannya sebagai alat bantu gambar, dan bisa lebih dari satu perangkat lunak yang digunakan, dan tidak hanya Autocad yang digunakan. Entah kenapa setiap perhelatan lomba judul lomba selalu kembali ke Autocad. Sebenarnya saya juga mencoba mencari celah dalam kesempatan ini untuk memperkenalkan perangkat lunak yang bersifat opensource/freeware, atau berbayar tetapi dengan harga lebih terjangkau. Perhelatan kali ini jauh lebih baik dari perhelatan tahun lalu yang bisa dikatakan kacau balau. Kali ini lomba dapat diselenggarakan lebih rapih, dan ini mungkin pertama kali setiap kategori lomba dapat dilangsungk...