Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Diskusi Maya

Hari ini saya merindukan suasana di awal tahun 2000an dimana diskursus melalui milis mulai marak sedang hari ini sudah bergeser ke dalam grup-grup kecil baik melalui whatsapp, bbm atau melalui media sosial. Diskusi melalui milis tidak dituntut untuk gegas merespon, boleh diendapkan dahulu topik atau isu yang sedang diperbincangkan, dipikirkan apa yang akan disampaikan sehingga ada kecenderungan diskursus berlansung bernas, walau agak lama dan panjang namun mendalam. Milis walaupun secara medium dilakukan secara maya, namun ada terbangun kesadaran bahwa kehadirannya ada di ruang publik sehingga secara alamiah berlaku pula norma dan etika bertatalaku di ruang publik maya. layaknya ruang publik maka isi kepalanya pun beragam, dan kecenderungan heterogen. Hari ini diskusi-diskusi tersebut sudah lebih banyak bergeser ke dalam ekosistem yang lebih kecil melalui aplikasi kirim pesan seperti whatsapp dan sejenisnya. Mulai ada kecenderungan homogen karena berkumpul atas dasar minat dan...

dirimu

Dirimu, Adalah alasan mengapa aku berada ditengah padang ke tengah gelanggang kau tarik diriku serta dari satu pertarungan menuju lainnya bergumul kita dengan masa Dalam masa, satu per satu kepingan kita rajut semakin lama semakin dalam dari satu petunjuk menuju lainnya semakin lama jenuh datang ya memang, kuteruskan pertarungan itu Di dalam pertarungan yang tiada nyata ini saja aku kehilangan mu Entah apa jadinya kalau kenyataan yang menghampiri selalu dapat kupasang paras berpura-pura walau hati tiada pernah bisa kukelabui

Ah Januari....

Ah Januari, Entah rasa apa yang harus kutanam padamu pada masa pertama, orang menghamburkan pesta, banyak yang tergelak tiada mengerti mengapa masa keduamu ada senyum bahagia, ketika cinta telah berbuah kali pertama dalam dekapan  mencari kehangatan dua pasang mata saling memandang kali pertama mencoba untuk berkenalan namun masa ketiga menjelang akhirmu  airmata kujadikan tinta dalam ingatan batinku akan kedua buah bola mata sayu yang dahulu pernah tajam memandang hidup akan kulit berkerut yang dahulu keras dan kasar tempat kami menyandarkan hidup akan kedua kaki renta yang dahulu kuat menopang akan sebuah jiwa besar yang dahulu kami berenang-renang di dalamnya pada masa ke empat, adalah kali pertama kupekakan tangis Ah Januari... kutulis engkau di bulan Juli