Postingan

Munas IAI XII Makassar

Gambar
Ada yang "panas" di Munas IAI kali ini. Setelah Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Nasional sebelumnya diterima, berturut-turut Ketua Dewan Kehormatan (demisioner), pak Michael Sumarijanto, Ketua Umum dan Sekjen (demisioner) "dibakar" di depan peserta Munas. Tentu bukan dalam konotasi yang buruk. Tetapi beliau bertiga secara berurutan diminta untuk terlibat dalam sebuah tarian khas Sulawesi Selatan yang menggunakan api. Sementara itu tepat di ruangan sebelah, persiapan untuk menghitung suara yang masuk untuk memilih Ketua Umum IAI periode berikutnya sedang disiapkan. Penghitungan suara sepertinya juga tidak mudah, dimulai dari polemik 1 atau 2 putaran perhitungan suara hingga penghitungan suara sendiri yang memakan waktu hingga lepas tengah malam. Tepatnya hingga jam 2 dinihari. Satu hal yang sangat berkesan bagi saya adalah anggota IAI senior, yang tidak lagi bisa dikatakan muda tetap hadir di ruangan mengawal perhitungan suara hingga selesai. Pak Suwondo, Pak Han...

Bandara Baru

Gambar
Sekitar pertenahan bulan Juni yang lalu, ketika saya berkesempatan pulang ke Makassar, sekaligus untuk menghadiri acara Lomba Keterampilan Siswa waktu lalu. Di dalam perjalanan dari dan menuju Bandar Udara, saya bertanya-tanya akan hadirnya gundukan-gundukan bangunan baru di dekta bandara. Malam kemarin setelah mendarat dari Denpasar, akhirnya pertanyaan itu terjawab. Terminal baru yang menghubungkan Makassar dengan kota lain telah hadir. Hadir lebih baik sepertinya dibanding bangunan bandara yang lama, yang memang sudah dapat menampung kegiatan di bandara tersebut. Sempat saya bertanya-tanya kepada beberapa rekan, dan seperti rekan-rekan di Atelier 6 yang patut di beri penghargaan untuk karya yang satu ini.

Seandainya...

Gambar
Saat ini saya sedang menanti pesawat udara yang akan membawa saya ke Makassar, ke perhelatan Munas IAI. Penerbangan saya yang tertunda, sehingga saya dapat menulis sedikit di buku catatan. Sepertinya kondisi penerbangan di tanah air sudah jauh berbeda dengan 5 tahun yang lalu. Bepergian dengan pesawat udara menjadi lazim bagi semua kalangan. Harga yang makin terjangkau dan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan sepertinya menjadi sebab mengapa khalayak marak mengguna moda transportasi yang satu ini. Juga menjadi sebab maraknya maskapai penerbangan di tanah air. Teringat oleh sebuah berita kurang lebih setahun yang lalu ketika sebuah maskapai penerbangan swasta nasional membeli hingga ratusan unit pesawat baru untuk melayani puluhan jalur penerbangan dalam dan luar negeri. Teringat pula saya akan mimpi seorang anak negeri yang saya kagumi, BJ Habibie. Bahwa kita bepergian di negeri sendiri dengan kendaraan yang kita buat sendiri. Sepertinya beliau dahulu sudah dapat mempre...

Alternatif Mengelola Energi

Secara kebetulan saya sedang mencari-cari informasi mengenai spesifikasi photovoltaic, setelah klien saya setuju atas usulan hybrid-power, untuk tidak sepenuhnya bergantung pada PLN karena belakangan perusahaan listrik negara ini sedang dirundung defisit listrik. Kemudian terlintas pemikiran untuk mengusulkan pengadaan listrik yang bertumpu pada masyarakat. Kurang lebih demikian. Apabila ada warga masyarakat yang menyediakan listrik secara mandiri, kelebihan daya dari pemakaian domestik yang tidak tertampung pada baterai penyimpan (atau tanpa baterai) akan secara otomatis masuk ke jaringan saluran listrik negara. Listrik yang disalurkan kepada PLN ini seharusnya tercatat pada alat pengukur yang terpasang di tiap rumah. Alih-alih membayar, penyedia listrik mandiri ini patut mendapat bayaran dari PLN atau setidaknya pemotongan biaya penggunaan listrik dari PLN berdasarkan kontribusi daya listrik yang diberikan. Bayangkan jika 10% persen saja dari rumah-rumah di Indonesia menyediakan lis...

Akib dan Fidel : Salut

Gambar
Ada seorang sahabat saya ketika kuliah dahulu yang bernama M. Akib. Secara akademis tidak ada yang menonjol dari Akib tetapi hal yang teramat istimewa pada saat itu adalah dia kuliah atas biaya sendiri dan bahkan dia menghidupi orang tua dan adik-adiknya di kampung dari hasil kerjanya sendiri. Menjadi sangat istimewa karena dia kuliah di pagi dan siang hari dan bekerja di malam hingga subuh menjelang, yang menyisakan sedikit sekali waktu untuk beristirahat sekedar melepas penat. Hal ini berlanjut hingga semester ke-5, hingga akhirnya tuntutan memenuhi kebutuhan hidup lebih mendesak untuk dipenuhi. Dengan sangat terpaksa impian menjadi arsitek (semoga hanya sementara) digantung. Berita terakhir yang saya dengar, Akib memulai usaha reklame di sekitar kawasan Senen. Lain halnya dengan Fidel. Dia adalah peserta Lomba Keterampilan Siswa SMK yang baru saja digelar di Makassar dari propinsi Papua Barat. Menjelang waktu pengumpulan berkas hari kedua, dia dirundung masalah fatal, bagian penting...

Lomba Keterampilan Siswa SMK

Gambar
Ini adalah kali kedua saya menghadiri perhelatan akbar secara nasional di Makassar. Kali ini saya diminta untuk menjadi anggota tim juri Lomba Keterampilan Siswa SMK untuk bidang lomba CADD. Tentunya kesempatan seperti ini tidak saya sia-siakan untuk mengajak istri dan anak saya pulang kampung. Sekalipun harga tiket saat itu agak-agak tidak masuk akal. Sepertinya saya mengalami dejavu, lagi-lagi perhelatan akbar ini belum berhasil diselenggarakan dengan baik. Saya kagum dengan ketrampilan para peserta, yang jangan-jangan lebih terampil menggunakan software CAD dibandingkan saya.

Kantor RW 015 Rawamangun

Gambar
Di antara sekian banyak proyek yang pernah kami tangani, proyek yang satu ini sepertinya agak berbeda dengan proyek-proyek yang lain. Ini adalah pekerjaan untuk merencanakan kantor sekretariat RW. Hal yang menarik perhatian saya adalah keguyuban warga dan pengurus RW dalam melakukan hal ini bersama-sama. Posisi ketua RW ternyata tidak menjelma menjadi sebuah representasi dari gengsi sosial, hubungan mereka sangat cair selayaknya keluarga yang sangat besar. Hal menarik lainnya adalah kegemaran mereka mengendarai sepeda, walau akhirnya saya agak khawatir kantor RW ini akan menjadi bengkel sepeda.... hahaha :)