Entah apakah secara bersama kita sadari atau tidak, namun masa depan profesi Arsitek di Indonesia memasuki fase yang perlu kita waspadai (jikalau tidak ingin disebut mengkhawatirkan). Karena hingga saat ini Indonesia adalah satu-satunya negara di dalam lingkup ASEAN yang belum memiliki UU Arsitek. Indonesia pula menjadi satu-satunya negara di dunia dimana pendidikan arsitekturnya tidak sesuai dengan standar yang di tetapkan UIA. Pendidikan arsitektur di Indonesia seperti halnya pendidikan tinggi strata-1 lainnya dilakukan dalam waktu 4 tahun. Sedangkan UIA mensyaratkan pendidikan profesi arsitek dilakukan selama 5 tahun + 2 tahun pemagangan. Ketimpangan ini berakibat tidak diakuinya atau ketidaksetaraan lulusan jurusan arsitektur dalam negeri apabila hendak berkiprah di luar negeri, baik dalam rangka pendidikan lanjut atau dalam rangka praktek arsitektur. Satu-satunya pendidikan strata-1 yang berbeda adalah Jurusan Kedokteran. Dimana sebelum lulus, calon dokter harus melakukan...
Setelah pelaksanaan Kongres Umat Islam, Februari lampau, sebuah email masuk ke alamat sekretariat IAI Jakarta, permohonan wawancara dalam menyikapi salah satu hasil kongres di Yogyakarta. Berikut email tersebut : Assalamualaikum wr wb Selamat sore Perkenalkan saya Muhammad Iqbal dari Harian Republika . Melalui email ini saya ingin mengajukan wawancara singkat untuk menindaklanjuti hasil Kongres Umat Islam Indonesia (KUUI) VI di Yogyakarta yang secara resmi ditutup kemarin. Salah satu rekomendasi yang dihasilkan kongres seputar penguatan peran sosial budaya umat Islam Indonesia yaitu KUUI mengusulkan perlu adanya revitalisasi arsitektur dan lanskap tata ruang islami. Ketua Komisi C KUII Yunahar Ilyas mengatakan, arsitektur dan lanskap tata ruang di kota-kota besar jauh dari Islami. Kondisi itu berbeda dengan zaman kesultanan Yogyakarta yang menempatkan masjid bersebelahan dengan keraton, pusat pemerintahan dan pasar. Bagaimana IAI Jakarta me...
Pagi tadi selepas Subuh, Omar menarik tangan saya untuk pergi keluar rumah. Setelah selesai menyaksikan film lingkaran dan segitiganya, Omar tergerak keluar karena ingin melihat burung yang memang sudah bernyanyi semenjak pagi. Kami pun pergi melihat burung yang berkicau. Menyusuri pagi di Rumah Susun. Lalu saya menawarkan untuk melihat Air Mancur di Bunderan HI, yang bisa saya tempuh 5-10 menit berjalan kaki. Setibanya di pelataran sudut Plasa Indonesia, kami pun duduk menghadap Tugu Selamat Datang. Serasa kami disambut dengan ramah lengkap dengan rangkaian bunga. Omar selalu senang melihat air mancur ini. Selalu ketika kita melintas air mancur di atas kendaraan dia akan bersorak gembira. Tidak berselang satu menit, sambutan lainnya datang menjelang. Kali ini sambutannya agak tidak terduga. Petugas Satpol PP dengan seragam lengkap datang dengan maksud untuk mengusir saya dan Omar yang sedang duduk menikmati air mancur. Petugas: "Maaf pak tidak boleh duduk di sini!" Saya : ...
Komentar