Postingan

Rumah Pori Batam

Gambar
Setahun yang lalu saya diminta untuk merancang sebuah rumah tinggal milik seorang rekan yang baru saja berkeluarga di Batam. Maka mulailah saya membuat coretan sekedarnya hingga akhirnya saya berkunjung ke lahan yang hendak dibangun. Rumah ini berdiri pada sebuah kompleks perumahan di Sei Panas, Batam, sehingga rumah rekan saya ini sebelumnya serupa bentuknya dengan tetangga kiri, kanan dan depannya. Denah dasarnya kami tetap pertahankan agar dapat menekan biaya pembangunan. Untuk mengatasi penghawaan dalam ruang maka saya mengusulkan dinding berpori, sehingga ketergantungan pada AC dapat ditekan sebisa mungkin, dengan demikian penggunaan listrik juga dapat ditekan. Dinding berpori ini juga berguna untuk membentuk fasade bangunan, sebagai medium bernafas bangunan, dan juga untuk keamanan rumah ini sendiri. Setelah dinding pori ini baru di letakkan pintu dan jendela, sehingga hingga malam hari sekalipun pintu dan jendela dapat dibuka, tanpa harus takut pihak yang tidak diinginkan untuk ...

Ketika Bosan...

Gambar
Apa yang dilakukan ketika sedang bosan? Kalau saya memilih olahraga pergelangan tangan, berikut hasilnya

Munas IAI XII Makassar

Gambar
Ada yang "panas" di Munas IAI kali ini. Setelah Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Nasional sebelumnya diterima, berturut-turut Ketua Dewan Kehormatan (demisioner), pak Michael Sumarijanto, Ketua Umum dan Sekjen (demisioner) "dibakar" di depan peserta Munas. Tentu bukan dalam konotasi yang buruk. Tetapi beliau bertiga secara berurutan diminta untuk terlibat dalam sebuah tarian khas Sulawesi Selatan yang menggunakan api. Sementara itu tepat di ruangan sebelah, persiapan untuk menghitung suara yang masuk untuk memilih Ketua Umum IAI periode berikutnya sedang disiapkan. Penghitungan suara sepertinya juga tidak mudah, dimulai dari polemik 1 atau 2 putaran perhitungan suara hingga penghitungan suara sendiri yang memakan waktu hingga lepas tengah malam. Tepatnya hingga jam 2 dinihari. Satu hal yang sangat berkesan bagi saya adalah anggota IAI senior, yang tidak lagi bisa dikatakan muda tetap hadir di ruangan mengawal perhitungan suara hingga selesai. Pak Suwondo, Pak Han...

Bandara Baru

Gambar
Sekitar pertenahan bulan Juni yang lalu, ketika saya berkesempatan pulang ke Makassar, sekaligus untuk menghadiri acara Lomba Keterampilan Siswa waktu lalu. Di dalam perjalanan dari dan menuju Bandar Udara, saya bertanya-tanya akan hadirnya gundukan-gundukan bangunan baru di dekta bandara. Malam kemarin setelah mendarat dari Denpasar, akhirnya pertanyaan itu terjawab. Terminal baru yang menghubungkan Makassar dengan kota lain telah hadir. Hadir lebih baik sepertinya dibanding bangunan bandara yang lama, yang memang sudah dapat menampung kegiatan di bandara tersebut. Sempat saya bertanya-tanya kepada beberapa rekan, dan seperti rekan-rekan di Atelier 6 yang patut di beri penghargaan untuk karya yang satu ini.

Seandainya...

Gambar
Saat ini saya sedang menanti pesawat udara yang akan membawa saya ke Makassar, ke perhelatan Munas IAI. Penerbangan saya yang tertunda, sehingga saya dapat menulis sedikit di buku catatan. Sepertinya kondisi penerbangan di tanah air sudah jauh berbeda dengan 5 tahun yang lalu. Bepergian dengan pesawat udara menjadi lazim bagi semua kalangan. Harga yang makin terjangkau dan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan sepertinya menjadi sebab mengapa khalayak marak mengguna moda transportasi yang satu ini. Juga menjadi sebab maraknya maskapai penerbangan di tanah air. Teringat oleh sebuah berita kurang lebih setahun yang lalu ketika sebuah maskapai penerbangan swasta nasional membeli hingga ratusan unit pesawat baru untuk melayani puluhan jalur penerbangan dalam dan luar negeri. Teringat pula saya akan mimpi seorang anak negeri yang saya kagumi, BJ Habibie. Bahwa kita bepergian di negeri sendiri dengan kendaraan yang kita buat sendiri. Sepertinya beliau dahulu sudah dapat mempre...

Alternatif Mengelola Energi

Secara kebetulan saya sedang mencari-cari informasi mengenai spesifikasi photovoltaic, setelah klien saya setuju atas usulan hybrid-power, untuk tidak sepenuhnya bergantung pada PLN karena belakangan perusahaan listrik negara ini sedang dirundung defisit listrik. Kemudian terlintas pemikiran untuk mengusulkan pengadaan listrik yang bertumpu pada masyarakat. Kurang lebih demikian. Apabila ada warga masyarakat yang menyediakan listrik secara mandiri, kelebihan daya dari pemakaian domestik yang tidak tertampung pada baterai penyimpan (atau tanpa baterai) akan secara otomatis masuk ke jaringan saluran listrik negara. Listrik yang disalurkan kepada PLN ini seharusnya tercatat pada alat pengukur yang terpasang di tiap rumah. Alih-alih membayar, penyedia listrik mandiri ini patut mendapat bayaran dari PLN atau setidaknya pemotongan biaya penggunaan listrik dari PLN berdasarkan kontribusi daya listrik yang diberikan. Bayangkan jika 10% persen saja dari rumah-rumah di Indonesia menyediakan lis...

Akib dan Fidel : Salut

Gambar
Ada seorang sahabat saya ketika kuliah dahulu yang bernama M. Akib. Secara akademis tidak ada yang menonjol dari Akib tetapi hal yang teramat istimewa pada saat itu adalah dia kuliah atas biaya sendiri dan bahkan dia menghidupi orang tua dan adik-adiknya di kampung dari hasil kerjanya sendiri. Menjadi sangat istimewa karena dia kuliah di pagi dan siang hari dan bekerja di malam hingga subuh menjelang, yang menyisakan sedikit sekali waktu untuk beristirahat sekedar melepas penat. Hal ini berlanjut hingga semester ke-5, hingga akhirnya tuntutan memenuhi kebutuhan hidup lebih mendesak untuk dipenuhi. Dengan sangat terpaksa impian menjadi arsitek (semoga hanya sementara) digantung. Berita terakhir yang saya dengar, Akib memulai usaha reklame di sekitar kawasan Senen. Lain halnya dengan Fidel. Dia adalah peserta Lomba Keterampilan Siswa SMK yang baru saja digelar di Makassar dari propinsi Papua Barat. Menjelang waktu pengumpulan berkas hari kedua, dia dirundung masalah fatal, bagian penting...